‘Aku tak akan mengorbankan dakwah demi kuliah. Aku tak akan juga mengorbankan kuliah demi dakwah. begitu juga dengan bisnis dan keluarga, tak akan ku korbankan keduanya demi dakwah dan kuliah’

Ibaratnya, aku mempunyai empat buah gelas yang aku isi masing-masing dengan jus mangga, jus melon, jus strawberry, dan jus alpukat. Semuanya aku isi sampai penuh.

Bukannya hanya satu gelas yang diisi dengan jus mangga 1/4, jus melon 1/4, jus strawberry 1/4, dan jus alpukat 1/4. Bukan seperti itu

Jika memang dakwah, kuliah, bisnis, dan keluarga bisa berjalan bersama-sama dengan maksimal, kenapa salah satu harus dikorbankan?

Mungkin ada yang bertanya, “Bagaimana jika suatu waktu dakwah benar-benar mendesak untuk segera dikerjakan sementara saat itu kita ada jadwal kuliah?”. Jika memang kejadiannya seperti itu, maka aku akan MENINGGALKAN KELAS, TIDAK MASUK KULIAH DAN MENYELESAIKAN TUGAS DAKWAH TERSEBUT.

“Lho, katanya tiidak mau mengorbankan kuliah demi dakwah?, koq gak masuk kuliah demi mengerjakan tugas dakwah?”

Apa yang menjadi keputusanku di atas hanyalah sebuah STRATEGI. Bukan berarti dengan seperti itu maka aku mengorbankan kuliah demi dakwah. Aku hanya mengatur strategi saja. Jika aku tidak masuk kuliah pada hari itu, aku masih bisa belajar dan pinjam catetan teman. Namun jika aku memilih masuk kuliah dan meninggalkan tugas dakwah yang mendesak harus aku kerjakan, bisa-bisa tugas tersebut terbengkalai, merugikan ummat sampai akhirnya membebani dan merugikan kuliah juga.

Jadi, pandai-pandailah mengatur strategi dalam memadukan keempat unsur tersebut. Jika keempat unsur tersebut benar-benar bisa seimbang, yakinlah, kebahagiaan dunia dan akhirat insyaAllah akan kita dapatkan.

Wallahu’alam bishshawab

Curahan Hati dan Pemikiran Sang Pejuang yang akan terus berjuang…