Pendidikan dalam bahasa Arab merujuk pada kata ta’lim, tarbiyah, ta’dib, tadris, irsyad, dan indzar. Namun istilah yang sering dipakai untuk kata “pendidikan” adalah tarbiyah[1].

Kata “tarbiyah” sendiri, berasal dari tiga kata kerja (fi’il) berikut.

1. Rabba-yarubbu yang berarti tumbuh, bertambah, dan berkembang.

2. Arba-yarba yang berarti tumbuh menjadi lebih besar, menjadi lebih dewasa.

3. Rabba-yurabbi yang berarti mengatur, mengurus, dan mendidik.

Dengan demikian, konsep tarbiyah merupakan proses mendidik manusia dengan tujuan untuk memperbaiki kehidupan manusia ke arah yang lebih sempurna. Ia bukan saja dilihat sebagai proses mendidik saja tetapi meliputi proses mengurus dan mengatur supaya kehidupan berjalan dengan lancar. Termasuk dalam konsep ini, tarbiyah dalam bentuk fisik, spiritual, material, dan intelektual[2].

Sehingga secara umum, konsep pendidikan dalam Islam dapat diringkas sebagai satu proses yang berkelanjutan dalam membentuk individu baik dari segi fisik, intelektual, emosional, dan spiritual, untuk mencapai kesempurnaan hidup.


[1] Antonio, Muhammad Syafii. 2009. Muhammad Saw The Super Leader Super Manager. Jakarta: Tazkia.

[2] Antonio, Muhammad Syafii. 2009. Muhammad Saw The Super Leader Super Manager. Jakarta: Tazkia.

 

Pendidikan dalam bahasa Arab merujuk pada kata ta’lim, tarbiyah, ta’dib, tadris, irsyad, dan indzar. Namun istilah yang sering dipakai untuk kata “pendidikan” adalah tarbiyah[1].

Kata “tarbiyah” sendiri, berasal dari tiga kata kerja (fi’il) berikut.

1. Rabba-yarubbu yang berarti tumbuh, bertambah, dan berkembang.

2. Arba-yarba yang berarti tumbuh menjadi lebih besar, menjadi lebih dewasa.

3. Rabba-yurabbi yang berarti mengatur, mengurus, dan mendidik.

Dengan demikian, konsep tarbiyah merupakan proses mendidik manusia dengan tujuan untuk memperbaiki kehidupan manusia ke arah yang lebih sempurna. Ia bukan saja dilihat sebagai proses mendidik saja tetapi meliputi proses mengurus dan mengatur supaya kehidupan berjalan dengan lancar. Termasuk dalam konsep ini, tarbiyah dalam bentuk fisik, spiritual, material, dan intelektual[2].

Sehingga secara umum, konsep pendidikan dalam Islam dapat diringkas sebagai satu proses yang berkelanjutan dalam membentuk individu baik dari segi fisik, intelektual, emosional, dan spiritual, untuk mencapai kesempurnaan hidup.


[1] Antonio, Muhammad Syafii. 2009. Muhammad Saw The Super Leader Super Manager. Jakarta: Tazkia.

[2] Antonio, Muhammad Syafii. 2009. Muhammad Saw The Super Leader Super Manager. Jakarta: Tazkia.